Selasa, 15 April 2014

Nicholas Flamel


Nicolas Flamel adalah seorang sastrawan dan penjual manuskrip yang sukses pada abad ke-14. Ia lahir pada tahun 1330 di Perancis. Beberapa orang mengatakan bahwa Flamel hanyalah tokoh khayalan yang dibuat para editor dan redaktur abad ke-17 yang tergila-gila akan Alkemi. 
Namun, tak banyak juga orang yang menganggapnya nyata dan bahkan memujanya sebagai seorang ahli Alkemi ternama. Ini terbukti dari banyaknya karya tulis di abad ke-16 yang merujuk kepada dirinya atau karya-karyanya walau sampai sekarang belum ada sumber yang jelas tentang kebenaran karya-karya Flamel tersebut. Menurut orang-orang yang meyakini eksistensinya, Flamel dikatakan telah mencapai puncak kejayaan ilmu Alkemi sebelum kematiannya, yaitu :

1. Membuat Philosophers' Stone yang mampu merubah Timah menjadi Emas.

2. Membuat Elixir of Life, yang membuat mereka bisa hidup abadi.

Dikisahkan, Flamel adalah seorang filsuf yang turut ambil bagian dalam merenungi makna "Philosophers' Stone" selain Sir Isaac Newton, Frater Albertus, dan lain-lain. Flamel dan istrinya, Perenelle, memulai petualangan filosofinya itu hanya akibat sebuah buku misterius berisi 21 halaman yang secara kebetulan ia dapatkan. 

Flamel benar-benar menyelami buku itu begitu dalam, sampai mencurahkan seluruh hidupnya malah, hingga ia rela pergi ke Spanyol pada tahun 1378 untuk menerjemahkan buku tersebut. Dan akhirnya ketika perjalanan pulang ia pun mengetahui bahwa buku yang dimiliki Flamel adalah salinan dari buku Abraham Sang Penyihir.

Setelah berhasil memahami buku Abraham Sang Penyihir itu, dikisahkan bahwa Flamel juga mampu menerapkan isi di dalam buku tersebut, hingga akhirnya ia berhasil "membuat" perakdan emas pada tahun 1382. Akhirnya ia dan istrinya menjadi pasangan kaya raya hingga ajal menjemputnya pada usia sekitar 80 tahunan. 

Kejadian aneh pun muncul sejak kematiannya, di mana ketika digali kembali, disaksikan bahwa makam Flamel dan istrinya kosong melompong. Sejak itu Flamel dan Perenelle menjadi ikon pasangan abadi karena dianggap telah berhasil membuat ramuan keabadian yang tertulis di dalam Buku Abraham tersebut.
Perenelle Flamel (1320-1412) adalah istri dari Nicholas Flamel. Ia berusia 10 tahun lebih tua ketika ia menikah dengan Nicholas. Beberapa sumber menyebutkan kalau ia adalah seorang janda ketika menikah dengan Nicholas.

Kehidupannya sebelum menikah dengan Nicholas begitu terselubung. Ia baru dikenal ketika berusaha menerjemahkan The Book of Abraham bersama Nicholas. dari situ diketahui kalau ia adalah seorang wanita yang berpendidikan dan juga seorang penyihir. Ia wafat sebelum Nicholas.

Sebelum wafat, ia dan Nicholas mendapat kekayaan entah dari mana, yang kemudian ia sumbangkan untuk rakyat miskin, pembangunan rumah sakit, dsb. Karena amalnya itu, Perenelle cukup terkenal di Perancis, saat ini pun di Paris ada sebuah jalan bernama Rue Perenelle, untuk mengenangnya.

Sumber : http://hoax-quote.blogspot.com/2012/02/secret-of-immortal-nicholas-flamel.html
http://forum.viva.co.id/tokoh-dunia/288779-nicholas-flamel-sang-manusia-abadi.html

Jumat, 11 April 2014

Khasiat Ubi Jalar Merah


Konon ini rahasia awet muda Oom Liem adalah sarapan bubur ayam dengan ubi jalar merah rebus 23 kali seminggu. Untuk kesehatan kita jangan pernah lagi menyianyiakan ubi jalar merah, karena khasiatnya lebih dahsyat dari sekedar menjaga kesehatan mata. Sekelompok antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Karenanya ubi jalar  merah dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan, penyakit jantung koroner, serta kanker. Plus bonus sehat lainnya termasuk membuat kita tetap awet muda. Ubi jalar yang termasuk umbiumbian murah ini jarang masuk dalam menu keluarga kita, padahal di dapur orang Barat, ubi jalar merupakan primadona.

Pada perayaan hari besar besar, seperti Natal dan Thanksgiving Day, penduduk AS lazim membuat sajian eksklusif dari ubi jalar seperti cake, kue kering, pure pelengkap steak atau salad, es krim, puding, muffin, souffle, pancake, kroket, sup krim, maupun sebagai taburan hidangan panggang (au gratin ) "Merah" pertanda kaya betakaroten Kita mengenal ada beberapa jenis ubi jalar. Yang paling umum adalah ubi jalar putih. Selain itu ada juga  yang  ungu maupun merah. Sekalipun disebut ubi jalar merah, sebenarnya  warna daging buahnya adalah tidak merah, tapi kekuningan hingga jingga alias orange.

Mengapa pilih yang merah ? Dibanding ubi jalar putih,tekstur ubi jalar merah memang lebih berair dan kurang masir (sandy), tapi lebih lembut. Rasanya tidak semanis yang putih padahal kadar gulanya tidak  berbeda. Ubi jalar putih mengandung 260 mkg (869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI)  betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI). Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh.  Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli.

Yang menggembirakan perebusan hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven hanya 20%. Namun penjemuran menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%. Menyantap seporsi ubi jalar merah kukus/rebus sudah memenuhi  anjuran kecukupan vitamin A 2100  3600 mkg sehari, didukung pasukan zat gizi lain. Selain betakaroten, warna jingga pada ubi jalar juga memberi isyarat akan tingginya kandungan senyawa lutein dan zeaxantin, pasangan antioksidan karotenoid. Keduanya termasuk  pigmen warna sejenis klorofil merupakan pembentuk vitamin A.

Lutein dan zeaxantin merupakan senyawa aktif yang memiliki peran penting menghalangi proses perusakan sel. Ubi jalar merah juga kaya vitamin E.  Dari 2/3 cangkir ubi merah kukus yang dilumatkan diperoleh asupan vitamin E untuk memenuhi kebutuhan sehari. Satu buah sedang (100 g) ubi jalar merah kukus hanya mengandung 118 kalori, 1/4 kalori sepotong black forest cake. Zat gizi lain dalam ubi jalar merah adalah kalium, fosfor, mangaan dan vitamin B6. Jika dimakan mentah ubi jalar merah menyumbang cukup vitamin C. Makan 1 buah sedang ubi jalar merah mentah sudah memenuhi
42 % anjuran kecukupan vitamin C sehari.

Dibanding dengan havermut (oatmeal), ubi jalar merah lebih kaya serat, khususnya oligosakarida. Menyantap ubi jalar merah 2 3 kali seminggu membantu kecukupan serat. Apabila dimakan bersama kulitnya menyumbang serat lebih banyak lagi.

Khasiat Betakaroten Provitamin A

Khasiat ubi jalar merah sebagai "obat mata" telah terbukti di Kabupaten Jayawijaya. Awalnya 0.5 % penduduknya menderita bercak bitot (xeroftalmia), bercak putih kapur pada kornea mata. Penyakit kekurangan vitamin A ini dapat menyebabkan kebutaan. Setelah kebiasaan mereka menyantap ubi jalar merah berikut daunnya tidak ada lagi penderita.

Manfaat lain ubi jalar merah mengendalikan produksi hormon melatonin yang dihasilkan kelenjar pineal di dalam otak.  Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan. Kurang asupan vitamin A menghambat produksi melatonin dan menurunkan fungsi saraf otak sehingga muncul gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat.

Keterbatasan produksi melatonin berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin, sehingga sistem kekebalan tubuh merosot. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan. Ubi jalar merah yang berlimpah vitamin A & E dapat mengoptimumkanproduksi hormon melatonin. Dengan rajin makan ubi jalar merah, ketajaman daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Yang unik, kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar merah bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung. Betakarotennya mencegah stroke sementara vitamin E ubi jalar merah mencegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah, sehingga munculnya serangan jantung dapat dicegah.

Manfaat tersebut didukung pula oleh kandungan serat dalam ubi jalar merah. Sebagian besar serat ubi jalar merah merupakan serat larut, yang bekerja serupa busa spon. Serat menyerap kelebihan lemak/ kolesterol darah, sehingga kadar lemak/ kolesterol dalam darah tetap aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar merah ini sekarang menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu. Selain mencegah sembelit, oligosakarida memudahkan buang angin. Hanya pada orang yang sangat sensitif oligosakarida mengakibatkan kembung.

Tidak Layak Disepelekan

Ubi jalar merah merupakan umbi-umbian yang mengandung senyawa antioksidan paling komplet.Selain vitamin A, C, dan E, ubi jalar merah juga berlimpah vitamin B6 (piridoksin) yang berperan penting dalam menyokong kekebalan tubuh. Di luar perkiraan banyak orang ubi jalar merah dengan kandungan vitamin B6-nya mampu mengendalikan jerawat musiman yang muncul menjelang menstruasi. Agaknya hampir semua zat gizi yang terkandung dalam ubi jalar merah mendukung kemampuannya memerangi serangan jantung koroner. Kesimpulan sebuah hasil penelitian menyebutkan kalium dalam ubi merah memangkas 40% resiko penderita hipertensi terserang stroke fatal. Sementara tekanan darah yang berlebihan pun merosot 25%. Jika demikian kenyataannya, kini jangan pernah lagi menganggap remeh ubi jalar merah.Nikmati kapan saja kita suka, sambil memupuk manfaatnya.

Sumber : http://www.indospiritual.com/artikel_dahsyatnya-khasiat-ubi-jalar-merah.html

Tentang Ubi Jalar




Kali ini kita hendak membahas tentang makanan, di mana makanan ini memiliki fungsi sebagai obat berdasarkan pengalaman turun-temurun, kemudian juga penelitian yang mengakuinya. Kita akan membahas ubi jalar. Ubi jalar termasuk tanaman merambat, umbinya merambat di tanah. Kemudian daunnya berbentuk jantung, berakar, dan umbinya berasa manis dan enak. Ubi jalar jarang sekali berbunga, karena sering dipetik daunnya untuk dimanfaatkan. Kalaupun ubi jalar berbunga, maka biasanya dia tidak dapat berbuah, kalaupun berbuah maka ukurannya kecil dan kurang berkualitas, karena konsentrasi tanaman diserap ke bunga, bukan ke buah.

Ubi jalar ada beberapa macam, ada yang umbinya putih, kuning, dan ungu. Kulitnya juga ada yang merah, kuning, dan ungu. Dan bagian yang sering digunakan adalah umbi dan daunnya, di mana umbi sering dikumpulkan sewaktu daunnya agak layu untuk kemudian diambil umbinya, artinya saat pertumbuhan sudah tidak maksimal kemudian diambil umbinya untuk dimanfaatkan. Adapun daunnya, untk yang biasa dipetik daunnya, maka tidak dimanfaatkan umbinya, sebaliknya, jika dimanfaatkan umbinya maka tidak dipetik daunnya. Demikian biasanya, untuk memperbagus kualitas masing-masing bagian yang ingin dimanfaatkan.
 

Para pengobat zaman dahulu, memanfaatkan ubi jalar ini berdasarkan karakteristiknya. Baik daun, umbi, maupun batangnya, memiliki sifat yang dingin dengan rasa yang manis, maka dinginnya ini sangat bermanfaat untuk membersihkan panas, bahkan sampai pada mengeluarkan racun.