Jumat, 11 April 2014

Tentang Ubi Jalar




Kali ini kita hendak membahas tentang makanan, di mana makanan ini memiliki fungsi sebagai obat berdasarkan pengalaman turun-temurun, kemudian juga penelitian yang mengakuinya. Kita akan membahas ubi jalar. Ubi jalar termasuk tanaman merambat, umbinya merambat di tanah. Kemudian daunnya berbentuk jantung, berakar, dan umbinya berasa manis dan enak. Ubi jalar jarang sekali berbunga, karena sering dipetik daunnya untuk dimanfaatkan. Kalaupun ubi jalar berbunga, maka biasanya dia tidak dapat berbuah, kalaupun berbuah maka ukurannya kecil dan kurang berkualitas, karena konsentrasi tanaman diserap ke bunga, bukan ke buah.

Ubi jalar ada beberapa macam, ada yang umbinya putih, kuning, dan ungu. Kulitnya juga ada yang merah, kuning, dan ungu. Dan bagian yang sering digunakan adalah umbi dan daunnya, di mana umbi sering dikumpulkan sewaktu daunnya agak layu untuk kemudian diambil umbinya, artinya saat pertumbuhan sudah tidak maksimal kemudian diambil umbinya untuk dimanfaatkan. Adapun daunnya, untk yang biasa dipetik daunnya, maka tidak dimanfaatkan umbinya, sebaliknya, jika dimanfaatkan umbinya maka tidak dipetik daunnya. Demikian biasanya, untuk memperbagus kualitas masing-masing bagian yang ingin dimanfaatkan.
 

Para pengobat zaman dahulu, memanfaatkan ubi jalar ini berdasarkan karakteristiknya. Baik daun, umbi, maupun batangnya, memiliki sifat yang dingin dengan rasa yang manis, maka dinginnya ini sangat bermanfaat untuk membersihkan panas, bahkan sampai pada mengeluarkan racun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar