Kali ini kita hendak membahas
tentang makanan, di mana makanan ini memiliki fungsi sebagai obat berdasarkan
pengalaman turun-temurun, kemudian juga penelitian yang mengakuinya. Kita akan
membahas ubi jalar. Ubi jalar termasuk tanaman merambat, umbinya merambat
di tanah. Kemudian daunnya berbentuk jantung, berakar, dan umbinya berasa manis
dan enak. Ubi jalar jarang sekali berbunga, karena sering dipetik daunnya untuk
dimanfaatkan. Kalaupun ubi jalar berbunga, maka biasanya dia tidak dapat
berbuah, kalaupun berbuah maka ukurannya kecil dan kurang berkualitas, karena
konsentrasi tanaman diserap ke bunga, bukan ke buah.
Ubi jalar ada beberapa macam, ada
yang umbinya putih, kuning, dan ungu. Kulitnya juga ada yang merah, kuning, dan
ungu. Dan bagian yang sering digunakan adalah umbi dan daunnya, di mana umbi
sering dikumpulkan sewaktu daunnya agak layu untuk kemudian diambil umbinya,
artinya saat pertumbuhan sudah tidak maksimal kemudian diambil umbinya untuk
dimanfaatkan. Adapun daunnya, untk yang biasa dipetik daunnya, maka tidak
dimanfaatkan umbinya, sebaliknya, jika dimanfaatkan umbinya maka tidak dipetik
daunnya. Demikian biasanya, untuk memperbagus kualitas masing-masing bagian
yang ingin dimanfaatkan.
Para pengobat zaman dahulu, memanfaatkan ubi jalar ini berdasarkan karakteristiknya. Baik daun, umbi, maupun batangnya, memiliki sifat yang dingin dengan rasa yang manis, maka dinginnya ini sangat bermanfaat untuk membersihkan panas, bahkan sampai pada mengeluarkan racun.
Para pengobat zaman dahulu, memanfaatkan ubi jalar ini berdasarkan karakteristiknya. Baik daun, umbi, maupun batangnya, memiliki sifat yang dingin dengan rasa yang manis, maka dinginnya ini sangat bermanfaat untuk membersihkan panas, bahkan sampai pada mengeluarkan racun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar